Ambon, zonamerdeka.com -- Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku M. S Latuconsina menjelasakan bahwa dari 11 wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di Republik Indonesa, 3 diantaranya berada di wilayah administrasi Provinsi Maluku.
3 wilayah administrasi tersebut Yakini WPP 714 yang berada di laut banda, WPP 715 di laut seram, dan WPP 718 di laut arafura sesuai keputusan menteri nomor 50 tahun 2017 tentang estimasi potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.
Latuconsina juga menjelaskan bahwa Potensi perikanan yang paling unggul di Maluku itu sendiri adalah ikan tuna dan udang sementara untuk budidaya potensi unggul yakni rumput laut.
Diketahui total potensi ikan nasional u sebesar 12.541,473 ton pertahun dimana Maluku memiliki sumbangsing SDI sebesar 4.6 ton atau sekitar 37% dari 3 WPP tersebut dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 3,7 ton per tahun .
Sedangkan untuk perikanan budidaya dari total potensi yang tersedia kurang lebih 4.095.000 hektar dari totalnya itu baru bisa dimanfaatkan sebesar 4,12 % dari total Potensi Budaya air yang ada.
Latuconsina juga menyampaikan harapannya bahwa dari Potensi Budaya yang ada maka perlu juga harus dikembangkan sehingga jangan berada pada posisi 4,2 % saja namun bisa mencapai di atas 50% .
menurutnya potensi budidaya perikanan itu yang pertama adalah ikan tuna yang merupakan kategori ikan pelagis besar kemudian udang . Sedangkan untuk budidaya unggulannya adalah rumput laut , tuna, Cakalang, momar dan komu . untuk ikan tuna lebih banyak diekspor ke jepang sedangkan udang lebih banyak ke cina Tutupnya.
Anry Manaary